Air Terjun Pringgodani
Air Terjun Pringgodani
terletak di Kalurahan Blumbang 4 km dari terminal bus Tawangmangu, Air
Terjun Pringgodani berada di kaki Gunung Lawu kordinat 7°39’02″S –
111°09’29″T dan 1531 meter diatas permukaan air laut. Sebenarnya
Pringgodani adalah obyek wisata sejarah/Religi berupa rumah joglo
sebagai persembahyangan bagi penganut aliran kepercayaan,tetapi di sisi
lain air terjun tersebut juga menawarkan keindahan, dengan 2 tingkat air
terjun serta tinggi lebih dari 100 m, air terjun ini Read more [...]
Tari Varia Nusantara
Tari Varia Nusantara
adalah hasil kreasi koreografi Bupati Karanganyar Dr.Hj. Rina Iriani Sri
ratnaningsih, M.Hum. Tarian ini merupakan simbolisasi dari keberagaman
dan kekayaan budaya Nusantara yang dikemas dalam satu bentuk tarian
modern. Kekayaan budaya Nusantara yang dihadirkan ke dalam satu
rangkaian tari Varia Nusantara ini ditujukan untuk menggugah kesadaran
masyarakat akan keanekaragaman potensi budaya Indonesia, sekaligus
sebagai upaya untuk mengkolaborasikan berbagai ragam tarian Read more
[...]
Tari Kencar-Kencar
Tari Kencar-kencar
mengisahkan pembangunan di Karanganyar yang tiga kali berturut-turut ini
memperoleh penghargaan Adipura. “Karena keguyuban masyarakat dan
pemerintah, maka kebersihan kota bisa terjaga. Pada akhirnya, kota
menjadi semakin terang benderang dan indah, menandakan warganya yang
sejahtera serta berada dalam kebahagiaan.” Tarian ini diciptakan oleh
Bupati Karanganyar (Dr.Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.P.d. M.Hum).
Para penari sebanyak 138 orang terdiri dari para siswa SMP Read more
[...]
Tari Jaran gedrug
Jaran Gedrug adalah
tari rakyat yang yang berkembang di Kabupaten Karanganyar, yang dikemas
dengan pakaian prajurit berkuda. Tari ini bersumber dari sejarah
kepahlawanan Pangeran Sambernyawa (KGPAA. Mangkunegaran I) dalam
mengusir penjajah Belanda. Pada waktu Pangeran Sambernyawa berperang
yang diikuti oleh prajurit berkuda, ketika beliau beristirahat sambil
mengatur siasat perang, kuda yang dinaiki menari nari, kakinya diangkat
dan gedrug bumi untuk maju ke medan perang lagi. Istilah “Gedrug” Read
more [...]
Astana Mangadeg
Astana Mangadeg
terletak di desa Karang Bangun Kecamatan Matesih merupakan komplek makam
raja – raja dari istana Mangkunegaran, Surakarta. Raja – raja
Mangkunegaran yang dimakamkan di astana Mangadeg adalah Raja
Mangkunegara I atau Pangeran Samber Nyawa dan lebih dikenal dengan nama
Raden Mas Said yang memiliki kesaktian luar biasa dan pada masa
pemerintahanya sangat gigih melawan penjajah Belanda,selain itu terdapat
makam Raja Mangkunegara II, III, serta kerabat – kerabatnya. Read more
[...]
Puri Taman Saraswati
Puri Taman Saraswati
berada di komplek Candi Ceto, terletak di dusun Ceto, Desa Gumeng,
Kecamatan Jenawi. Taman ini merupakan salah satu obyek wisata di wilayah
Kabupaten Karanganyar yang tergolong baru. Diresmikan tahun 2007 oleh
Bupati Karanganyar dan bupati Gianyar Bali sebagai bentuk kerjasama
antar daerah, dimana menurut hikayatnya ternyata penduduk desa Gumeng
dan Gianyar memiliki garis leluhur yang sama, terutama bagi masyarakat
asli yang beragama Hindu Bali. Puri Taman Saraswati Read more [...]
Monumen Jokosongo
Monumen Jokosongo
awalnya adalah Makam Pahlawan dari para Tentara Pelajar yang tergabung
di Pasukan ALAP-ALAP yang gugur melawan penjajah Belanda pada saat clash
ke II tahun 1948. ALAP-ALAP sebenarnya singkatan dari Angudi Leburing
Angkoro Penjajah, Amrih Luhuring Anak Monumen Pahlawan Joko Songo Pada
sejarah gugurnya Sembilan Pahlawan Joko Songo di daerah Kecamatan
Matesih kabupaten Karanganyar, tidak lepas dari kondisi dan situasi
daerah Matesih sebelum dan sesudahnya “Joko Songo” gugur Read more [...]
Monumen Tri Dharma
Perjuangan Raden Mas
Said bersama rakyat Mataram diabadikan dalam bentuk Monumen TRI DHARMA
yang dibangun diperbukitan kawasan Astana Mangadeg Kecamatan Matesih
Kabupaten Karanganyar. Diresmikan pada tanggal 8 Juni 1971 oleh Bapak
Soeharto selaku pelindung Yayasan Mangadeg Surakarta . Dilokasi inilah
dipercayai sebagai tempat diterimanya wahyu Praja Mangkunegaran kepada
RM Said. Monumen Tri Dharma merupakan tugu yang mengandung arti : Bagian
kaki berbentuk jenjang (trap) bersusun sembilan yang Read more [...]
Situs Watu Gilang
Di tapal masuk hutan
Krendhowahono, Desa Krendhowahono Kecamatan Gondangrejo Kabupaten
Karanganyar tempat pundhen untuk menggelar ritual Wilujengan Nagari
Mahesa Lawung (menanam sesaji kepala kerbau) ± 400 meter disebelah barat
pundhen terdapat sebuah batu yang dikhususkan keberadaannya. Sepintas
batu itu tak jauh berbeda dengan batu-batu yang lain, namun batu ini
keberadaanya memang terasa dikhususkan. Batu tersebut dinamakan Watu
Gilang karena memang bentuk batu yang cenderung datar. Meski batu Read
more [...]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar